Semua fenomena cinta tidak ada yang bener. Dikatakan benci, tapi sangat mengharap. Dikatakan sayang, tapi sering bertengkar.

Karena cinta itu adalah gabungan dari berbagai unsur: Sayang, perhatian, kemelekatan, kesabaran, kerelaan, berbagi, kepercayaan. Selain itu akan ada unsur lain yang mengikutinya, cemburu, takut, cemas, curiga, kesel, dan ujungnya bisa BenCi (Benar-benar Cinta). Banyak Harap tapi kurang menghargai nilai-nilai cinta itu sendiri… Buat yg lagi pacaran check it out!!

Saat Cinta menyatukan dua hati, ikrar janji dikatakan, untuk selalu menerima kekurangan dan Kelebihan masing2, Saling mengisi dan membantu satu dan lainnya. Setia dan akan selamanya menjadi pendamping hidupnya. nga main2 loh janjinya..

Saat buah hati muncul di dunia, karena cinta semua menjadi indah, adanya kehadiran mahluk baru ditengah2 mereka. Konsekuensi dan tanggungjawab pun dijalani dengan suka cita.

Saat anak-anak telah dewasa, kata-kata cintan sayang sudah lupa untuk terus dikatakan, dan diungkapkan perasaannya. Semua menjadi biasa, dan telah terbiasa. Kewajiban, status dan kebiasaan menjadi keseharian. Tanya pada mereka masih adakah cinta yg indah disana?
Rasa sayang masihkan dapat dirasakan?
Bila waktu dulu sering mengungkap kata sayang pada pendampingnya, sekarang ada yg tega berkata: “dibuang sayang”…
Kalau dulu berkata: “tiada wanita lain di hatiku, hanya engkaulah pujaan hatiku”, sekarang ada yg mengatakan:”memang kau tidak ada apa2nya jika dibandingan dengan dia”…..

Berawal dari cinta, menjalani dengan cinta, mengisi hidup penuh cinta, dan saat masa jaya nya kembali mencari cinta.

Sampai tua di depan mata, fisik telah renta, tiada lagi power dan kekuasaan, disanalah kembali menjadi pengemis cinta, hanya cinta lama yg mungkin masih menerima dengan tulus… Kembali mennjadi anak-anak, dirawat, disayangi, dikasihi, diperhatikan, bahkan dimandikan dan disuapi. Sampai dititik inilah baru mampu menilai arti cinta dan sayang yg sebenarnya.

Mengapa harus menunggu saat renta itu tiba?
Bukalah mata hati, dengarlah suara hati, dan jagalah hati, agar hati-hati memilih puijaan hati, jagalah dua hati agar tidak makan hati, semua akan indah bila tidak pergi ke lain hati..

Salam Mudita,
NX’2012