Apakah boleh membuka Cakra?

chakra

Namo Sakyamuni Buddhaya

Namo Amitabha Tathagataya

 

Salam hangat sahabat, ada pertanyaan:

  1. Apakah boleh membuka cakra?

 

Mengenai membuka cakra, pembukaan cakra ada baiknya kita pahami dengan baik agar tidak mendatangkan efek buruk laten yang akan sangat merugikan kita di balik iming-iming indah yang dikumandangkan di awal.

 

Cakra, tidak dapat dibuka dari luar tubuh, kunci pembuka cakra tersimpan dalam batin setiap kita. Seperti halnya pintu, hanya dapat dibuka dengan kunci Sang Tuan Rumah dari dalam. Bila meminta orang lain yang membuka, mereka yang tidak mungkin memiliki kunci Sang Tuan Rumah, mustahil bisa membuka pintu tersebut selain dengan cara membongkarnya paksa, yang mana berarti….merusaknya.

Demikianlah yang terjadi ketika kita membiarkan pihak luar yang membuka cakra kita.

 

Perumpamaan lainnya adalah,

“Bagai telur yang utuh sempurna,

Bila terpecah dari luar, merupakan perlambang kematian.

Bila terpecah dari dalam, merupakan awal kehidupan baru.

 

Bagai bunga yang indah,

Bila termekarkan dari dalam, indah sempurna.

Bila dipaksa mekar dari luar, tidak tak tercacatkan.”

 

Dengan memahami ini sahabat, kita akan menyadari satu hal:

“Keindahan sejati memerlukan proses, yang memantapkan keindahannya.

Keindahan semu yang instan, tidak akan bertahan lama.”

Sehingga adalah sangat bijaksana bila kita mulai melepaskan konsep untuk mengizinkan cakra dibuka secara instan oleh orang lain, tanpa peduli setinggi apapun pengakuannya tentang pencapaiannya pribadi, sebab setiap makhluk memiliki sidik energinya sendiri-sendiri.

 

Lalu, bagaimanakah membuka cakra?

Sebenarnya, bila sudah memahami tentang apa itu cakra dan aura, kita akan memahami bahwa cara membuka cakra adalah dengan menyingkirkan kotoran yang menyumbat cakra (cakra sebenarnya sudah terbuka sedari awal, hanya tersumbat saja), yaitu: keserakahan, kebencian, dan ketidaktahuan (ketidak mengertian hukum semesta, melekati pandangan salah)

 

Sangat ingin membuka cakra, juga merupakan salah satu penghambat perkembangan cakra sebab cakra hanya dapat terbuka, tidak dapat dibuka.

Kata “dibuka”, berarti usaha yang dilakukan terwarnai kemelekatan dan nafsu keinginan, menekankan hasil.

Kata “terbuka”, berarti usaha yang dilakukan berdasarkan keikhlasan dan kestabilan batin, menekankan proses.

 

Maka dari itu, marilah kita berkonsentrasi pada proses ketimbang hasil. Dengan demikian, kita akan terbebaskan dari ketergesaan dan kelelahan batin selama berusaha, yang mana justru akan mempercepat tercapainya hasil yang menggembirakan.

 

“Sebagaimana bunga tidak dapat dimekarkan tanpa cacat dari luar,

Demikianlah Cakra tidak dapat dimekarkan tanpa cela dari luar.

Sebagaimana bunga dapat didukung dengan air dan pupuk untuk berkembang,

Demikianlah Cakra dapat didukung dengan kasih dan kebijaksanaan untuk berkembang.”

 

Dengan memahami ini sahabat, kita akan mengetahui bahwa, cinta kasih adalah pembuka cakra, dan kebijaksanaan adalah penjaga kestabilannya. Cakra terbuka ketika kita mulai membuka aliran cinta kasih di hati yang sempit ini kepada lingkungan, semakin luas keterbukaan kasihmu, semakin luas pula keterbukaan cakra. Kebijaksanaan adalah kesadaran agung yang mengarahkan  kita, memberanikan kita, menginspirasi kita untuk mengasihi dengan cara yang tepat.

 

Demikianlah, sahabat, semoga kita dapat berkonsentrasi lebih kepada mmpelajari seni mengasihi dengan baik dan tepat sesuai Kebijaksanaan Agung. Yang melaluinya, akan terperoleh berbagai kebahagiaan nyata dalam kehidupan, selain tentunya keindahan cakra dan aura yang merupakan pemandangan di tepi jalan menuju tujuan semata.

 

Salam hangat sahabat

Semoga senantiasa berbahagia sehingga dapat senantiasa menebarkan bibit kebahagiaan pada semua makhluk

Amithofo

__/\__

Salam Mudita

SV.10.06.2013

Leave a Reply